Rabu, 26 September 2007

S-400 Triumf, Pagar Angkasa Rusia

S-400 Triumf merupakan peluru kendali baru yang di kembangkan oleh Almaz Central Design Bureau, S-400 Triumf merupakan modifikasi dari peluru kendali terdahulu dari keluarga S-300. Rudal yang oleh NATO di beri nama SA-21 Growler ini termasuk peluru kendali yang mempunyai kemampuan untuk mencegat dan menembak jatuh baik peluru kendali maupun pesawat terbang. Jika peluru kendali dari generasi sebelumnya yang masuk dalam keluarga S-300 mempunyai jarak jangkau yang hanya terbatas dibawah 200 km, maka S-400 Triumf atau Triumph mempunyai jarak jangkau dua kali lipatnya yaitu 400 km atau setara dengan 250 mil, bukan hanya sekedar peluru kendali atau pesawat terbang biasa yang bisa rontok jika terkena bidikannya, namun rudal penjelajah dengan jangkauan 3.500 km yang mempunyai kecepatan 3 mil per detik serta pesawat siluman sekelas F-117 pun bisa di buat tak berkutik di buatnya.

Pengembangan peluru kendali S-400 Triumf sudah dimulai sejak akhir tahun 1990-an, dan diumumkan secara resmi oleh Angkatan Udara Russia pada Januari 1999. Uji coba pertama kali di lakukan pada 12 Februari 1999 yang di lakukan di wilayah Kapustin Yar di daerah Astrakhan, dan di laporkan sukses, sebagai tindak lanjutnya S-400 Triumf dijadwalkan untuk di produksi secara masal dan akan mulai di gunakan oleh AB Rusia pada tahun 2001. Dengan kesuksesan uji coba ini, berarti Rusia mempunyai peluru kendali anti rudal dan pesawat terbang yang mempunyai kemampuan 2 kali lipat jika debandingkan dengan rudal MIM-104 Patriot milik negeri paman sam.

Download Video:
~ 3Gp : 1.950 Kb
~ Wmv : 7.545 Kb

Baca Selengkapnya..

Selasa, 25 September 2007

HTMS Chakri Nareubet, Yang Pertama di Asean

Dari segi luas lautan Thailand memang kalah jauh dengan Indonesia, namun jika yang di perbandingkan adalah kekuatan armada yang mengawal lautan milik masing-masing negara, jelas Angkatan Laut Thailand lebih beberapa langkah di depan AL Indonesia. Contoh yang paling gamblang adalah pengoperasian kapal induk HTMS Chakri Nareubet oleh AL Thailand sejak tahun 1997. HTMS Chakri Nareubet adalah kapal induk satu- satunya yang di miliki oleh negara di kawasan Asia Tenggara.

HTMS Chakri Nareubet di buat oleh galangan kapal Izar atau Bazan yang sekarang telah berubah menjadi Navantia, galangan kapal ini dimiliki pemerintah Spanyol. Chakri Nareubet dibuat dengan mengadopsi model kapal induk milik Spanyol yang pernah ada sebelumnya yaitu Principe de Asturias. kapal induk pesananThailand ini proses pengerjaannya memakan waktu 38 bulan terhitung sejak tahun 1994 hingga 1996, dan di serahkan kepada AL Thailand tahun 1997. HTMS Chakri Nareubet mengemban fungsi sebagai sebagai kapal yang berpatroli untuk mengawasi Zone Ekonomi eksklusif (ZEE) selain juga berperan sebagai kapal search and rescue (SAR).

Sebagai kapal yang termasuk dalam kategori kapal induk terkecil diantara kapal induk lain yang ada di dunia, Chakri Nareubet masih sanggup untuk membawa 6 buah pesawat AV-8S Harriers, dan 4 buah helikopter S-70B Seahawks. Dengan panjang 182.6 meter dan berat total mencapai 11.486 ton, Chakri Nareubet mampu berlayar hingga kecepatan 26.2 knot dengan jangkauan jelajah hingga 10.000 mil laut. Untuk masalah persenjataan kapal induk ini dilengkapi dengan senapan mesin kaliber 12.7 mm sebanyak 2 buah, sedang untuk penangkis serangan udara ada 2 buah peluru kendali jenis Mistral. Chakri Nareubet yang ditebus oleh pemerintah Thailand dalam kondisi baru dengan harga Us$ 175 juta ini, memakan biaya yang tidak sedikit dalam setiap kali bertugas, sehingga sejak krisis ekonomi mendera negara-negara asia beberapa tahun yang lalu, kapal induk pertama dan satu-satunya di kawasan asia tenggara ini lebih banyak berlabuh di pangkalan.

Download Video:
~ 3Gp : 4.837 Kb
~ Wmv : 13.849 Kb

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 22 September 2007

Eurofighter Typhoon, Topan Eropa

Inilah hasil dari kerjasama 3 perusahaan besar pembuat pesawat terbang di Eropa, Alenia Aeronautica, BAE Systems dan EADS yang kemudian membentuk Eurofighter GmbH, sebuah pesawat tempur multi fungsi dengan mesin ganda, "Eurofighter Typhoon", yang diklaim sebagai pesawat tempur masa depan yang mempunyai tingkat kelincahan tinggi. Rancang bangun pesawat ini awalnya menggunakan British Aerospace EAP yang sudah di mulai sejak tahun 1979, jauh sebelum konsorsium Eurofighter GmbH didirikan pada tahun 1986. Eurofighter Typhoon terbang untuk pertama kali 27 Maret 1994 dan baru diperkenalkan secara resmi tahun 2003, hingga Agustus 2007 kemarin populasi pesawat yang harga perunitnya mencapai US$122.5 juta ini sudah mencapai 127 unit, dengan pengguna terbanyak adalah Angkatan Udara Inggris, Selain AU Inggris, pengguna dari Eurofighter Typhoon ini adalah AU Jerman, AU Italia, dan AU Spanyol menyusul kemudian Saudi Arabia yang direncanakan akan membeli sebanyak 72 unit.

Sebagai pesawat yang di harapkan mampu mengemban berbagai misi tempur, Eurofighter Typhoon yang mempunyai berat total 15.550 Kg dengan didukung dengan 2 buah mesin Eurojet EJ200 mampu melaju hingga kecepatan maksimal 2 Mach dengan jarak jelajah 1.390 Km. Untuk melengkapi kehandalan pesawat ini, berbagai jenis senjata menjadi barang bawaan wajib, mulai dari yang kecil seperti 1 buah meriam 27 mm Mauser BK-27, kemudian bom dari berbagai jenis mulai Paveway 2, Paveway 3, Enhanced Paveway, JDAM, hingga HOPE/HOSBO. Untuk peluru kendali, Eurofighter Typhoon dilengkapi dengan AIM-9 Sidewinder, AIM-132 ASRAAM, AIM-120 AMRAAM, IRIS-T dan untuk kedepannya akan di ganti dengan MBDA Meteor sebagai rudal udara ke udara. Sedangkan untuk urusan serang darat dipercayakan kepada rudal-rudal AGM-84 Harpoon, AGM-88 HARM, ALARMs, Storm Shadow ( alias"Scalp EG"), Brimstone, Taurus, Penguin dan kedepannya di ganti dengan AGM Armiger. Semua piranti maut tersebut masih ditambah lagi dengan penjejak laser dari jenis LITENING.

Download Video:
~ 3Gp : 1.725 Kb
~ Wmv : 8.799 Kb

Baca Selengkapnya..

Jumat, 21 September 2007

Krivak Class, Fregat Unik Milik Rusia

Entah apa yang menjadi pertimbangan para ahli ketika mendesain fregat ini, dengan menempatkan meriam utama pada bagian belakang kapal, sedang bagian depannya diisi dengan kontainer untuk peluncur peluru kendali. Keunikan inilah yang dimiliki oleh fregat dari kelas Krivak, dan mungkin hingga kini belum ada lagi kapal perang yang di produksi dengan menggunakan konfigurasi posisi senjata seperti Krivak. Kapal perang yang mulai di desain sejak akhir tahun 1950an ini. Pada awal beroperasi di tahun 1960an, Krivak mempunyai tugas utama sebagai kapal pemburu kapal selam, dan telah produksi hingga 32 unit, yang sebagian besar pada saat itu dioperasikan oleh Angkatan Laut Soviet, termasuk di dalamnya 8 unit hasil modifikasi yang digunakan oleh KGB Maritime Border Guard sebagai kapal operasi perbatasan, dan setalah runtuhnya Uni Soviet tercatat sebanyak 2 unit di produksi untuk Angkatan Laut Ukraina, namun hanya selesai 1 unit sisanya terhenti di tengah proses produksi karena alasan dana.

Fregat kelas Krivak mempunyai 3 varian, yaitu Krivak 1 yang diproduksi sebanyak 20 unit, Krivak 2 yang diproduksi sebanyak 11 unit dan Krivak 3 yang telah di produksi hingga 7 unit untuk eks Angkatan Laut Soviet dan 2 unit untuk Angkatan Laut Ukraina. Dari varian Krivak 3 muncul lagi varian baru yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut India yaitu Talwar class yang hingga kini sudah diproduksi hingga 3 unit. Improvisasi yang tampak mencolok pada Talwar class jika di bandingkan dengan kelas Krivak yang lain, selain desain bentuk lambung kapal adalah, penempatan meriam utama yang tidak lagi dibelakang melainkan di pindah ke bagian depan haluan kapal.

Kapal yang mempunyai panjang 123.5 m dan berat total 3.575 ton ini diproduksi oleh 3 galangan kapal yang berbeda yaitu : Zhdanov yard yang berlokasi di Leningrad, Yantar yard di Kaliningrad, dan yang terakhir Zaliv plant di Kerch. Sebagai kapal pemburu Krivak dilengkapi dengan berbagai senjata maut, untuk penangkal kapal selam dan kapal permukaan Krivak dipersenjatai dengan 1 kontainer yang berisi 4 peluru kendali SS-N-14 Silex ASW, sedang untuk penangkis serangan udara ada 2 peluncur peluru kendali dari permukaan ke udara SA-N-4 dengan jumlah rudal sebanyak 40 buah, sedangkan untuk torpedo Krivak mempunyai andalan 2 X 4 buah tabung 533 mm, dan 2 unit roket anti kapal selam RBU 6000. Asesori maut tersebut masih ditambah lagi dengan 2 buah meriam 100 mm untuk Krivak 2, sedang untuk jenis Krivak yang lain diganti dengan 2 buah meriam 76 mm laras ganda.

Download Video:
~ Wmv : 13.612 Kb

Baca Selengkapnya..

Senin, 17 September 2007

Mowag Piranha III, Ranpur Segala Medan

Mowag Piranha III merupakan kendaran tempur yang masuk dalam ketegori Light Armoured Vehicle (LAV). Di produksi oleh perushaan asal negeri Swiss yaitu Mowag Motorwagenfabriken of Switzerland yang sekarang telah menjadi bagian dari General Dynamics European Land Combat Systems atau (ELCS). Hingga saat ini sudah lebih dari 8.000 unit dari keluarga Piranha yang telah dipesan dan di kirim ke berbagai negara. Mowag Piranha III mempunyai berbagai konfigurasi mulai 6X6, 8x8 dan 10X10, khusus untuk Mowag Piranha III dengan konfigurasi penggerak roda 8X8 dan 10X10, perusahaan asal Inggris BAE Systems Land Systems (dahulu bernama Alvis) juga turut memproduksi dan memasarkan model ini.

Panser lapis baja Mowag ini di produksi dalam berbagai varian, antara lain : panser angkut personel (armoured personnel carrier), panser komando (command vehicle), panser intai (reconnaissance), dan lain-lain. Selain BAE Systems Land Systems dari Inggris, turunan dari Panser Mowag Piranha III yang lain juga banyak di produksi oleh berbagai negara dengan sistem lisensi, negara yang ikut memproduksi Mowag Piranha III antara lain : General Dynamics asal Canada, Komatsu dari Jepang, sedang dari Chile oleh pabrik FAMAE, untuk Amerika Serikat, Mowag Piranha III sudah berubah nama menjadi Stryker, setelah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan AB Amerika Serikat.

Dengan dukungan mesin diesel CATERPILLAR C9, panser yang mempunyai bobot 12.5 ton dan payload hingga 8.5 ton ini mampu melaju hingga kecepatan 100 km/jam, dan berenang di air dengan keceparan 10 km/jam. Selain mempunyai mobilitas yang tinggi, Bodi lapis baja Mowag Piranha III juga diperkuat dengan sistem proteksi balistik STANAG 4569 Level 1 yang mampu menahan proyektil dari senapan mesin dan pecahan mortir artileri, sedang untuk anti ranjau panser ini diperkuat dengan STANAG 4569 Level 2a. Sedang untuk persenjataan selain bisa di pasangi dengan senapan mesin ringan hingga berat, Mowag Piranha III juga mampu menggotong meriam kaliber 105 mm yang bisa di pasang pada turet.

Download Video:
~ Wmv : 2.430 Kb

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 15 September 2007

Tupolev Tu-160, Angsa Putih Yang Bikin Ngeri

Tupolev Tu-160, nama pesawat ini tiba-tiba muncul kembali seiring dengan Pernyataan dari Pak Putin pada 17 Agustus 2007 lalu mengenai rencana pengaktifan kembali kegiatan patroli jarak jauh pesawat pembom Rusia yang telah dihentikan sejak 1991. Di susul kemudian pada bulan September 2007 Tupolev Tu-160 kembali mengisi berita di berbagai media, menyusul keberhasilan Rusia melakukan ujicoba Father of all bombs, bom Thermobaric yang "ramah lingkungan" :) yang mempunyai kekuatan setara dengan 40 ton TNT. Rentetan berita tersebut tak ayal lagi membangkitkan kenangan pada era perang dingin yang lalu, dimana pesawat-pesawat pembom Rusia mondar mandir di udara sambil menenteng peluru kendali berkepala nuklir.

Tupolev Tu-160, sempat mempunyai populasi sebanyak 35 unit termasuk 3 unit purwarupa, namun yang aktif di Angkatan Udara Rusia hanya sebanyak 16 unit. Padahal rencana awal produksi pesawat dengan kode pabrik "aircraft K" atau "product 70" ini adalah 100 unit, penghentian produksi pun sempat dilakukan pada tahun 1994 karena alasan dana dan kini, proses produksi telah dilanjutkan kembali, terutama untuk penyelesaian sisa pesawat yang masih ada di gudang, diluar ke-16 pesawat yang telah aktif bertugas . Dari 35 unit tersebut tercatat sudah 2 unit pesawat yang hilang entah kemana, pesawat yang hilang untuk pertama kalinya adalah purwarupa nomer 2 yang hilang saat melakukan uji terbang pada tahun 1987, kejadian serupa terulang kembali pada 16 September 2003 ketika sebuah pesawat yang telah selesai masa perbaikan melakukan uji terbang juga hilang tak tentu rimbanya.

Pesawat yang oleh para pilot-nya di beri julukan "White Swan" atau Angsa Putih ini, merupakan pesawat pembom berat strategis supersonik yang mampu terbang hingga kecepatan 2.05 Mach, dan hingga saat ini masih memegang rekor sebagai pesawat tempur terbesar yang pernah di buat. Dunia pertama kali mengetahui keberadaan pesawat ini pada tahun 1987, Namun secara resmi pemerintah Rusia baru mengumumkan keberadaan pesawat ini pada tahun 2005. Ada beberapa varian dari Tupolev Tu-160, yang urung atau setidaknya belum diproduksi hingga kini, varian tersebut antara lain ; Tu-160S, Tu-160V, Tu-160 NK-74, Tu-160M, Tu-160P, Tu-160PP, Tu-160R, Tu-160SK, dan yang terakhir adalah Tu-170.

Pesawat produksi Tupolev ini mempunyai keistimewaan pada konfigurasi sayap yang menggunakan teknologi sayap ayun dan juga penggunaan teknologi antiflash white pada seluruh badan pesawat yang berguna saat melakukan misi pengeboman nuklir, teknologi ini mampu memantulkan sebagian radiasi panas yang muncul saat sebuah bom nuklir meledak. Tu-160 yang mempunyai panjang 45.1 m dan tinggi dari permukaan 13.10 m, mendapatkan tenaga dari 4 buah turbofans jenis Kuznetsov NK-321 , dan diawaki oleh 4 personel (pilot, ko-pilot, juru tembak dan operator sistem pertahanan). Sebagai pesawat pembom Tu-160 mampu membawa sekitar 40.000 kg bom dari berbagai jenis, bom yang menjadi menu utama dari si "Angsa Putih" ini adalah 6 buah peluru kendali penjelajah jenis Raduga Kh-55 yang di pasang pada peluncur putar yang ditempatkan di dalam badan pesawat sebagai senjata utama, sedangkan untuk pilihan menu yang kedua adalah 12 buah peluru kendali berhulu ledak nuklir jarak pendek dari jenis Raduga Kh-15.

Download Video
~ Wmv : 2.148 Kb

Baca Selengkapnya..

Jumat, 14 September 2007

BM-30 Smerch, Si Penebar Maut

BM-30 Smerch alias tornado, merupakan peluncur roket dari jenis MLRS atau peluncur roket multi laras, yang awalnya diproduksi untuk digunakan oleh angkatan bersenjata Uni Soviet. Sejak keruntuhan negara Uni Soviet, diperkirakan sekitar 106 unit BM-30 Smerch diwarisi oleh artileri angkatan bersenjata Russia. Di tahun 1996, BM-30 Smerch mulai di ekspor ke negara Kuwait sebanyak 27 unit, kemudian di susul oleh Aljazair yang turut mengimpor sebanyak 18 unit. Kabar paling baru adalah pembelian peluncur roket ini oleh India yang berencana akan membeli sebanyak 38 unit pada tahun 2008 dan dilanjutkan lagi pada tahun 2010 sebanyak 24 unit, total dari pembelian tersebut bernilai US$ 750 juta.

Sebenarnya BM-30 Smerch yang mempunyai kode 9K58 ini mempunyai dua komponen utama, yaitu kontainer peluncur roket dan truk peluncur 9A52-2 hasil modifikasi chasis truk MAZ-543M, yang mempunyai panjang 12 m lebar 3.05 m dan tinggi 3.05 m. Sedang untuk kontainer peluncur roket, mempuyai daya tampung 12 tabung roket kaliber 300mm dengan berbagai macam hulu ledak, roket-roket ini mampu meluncur sejauh 70 km hingga 90 km, jika ditembakan secara salvo membutuhkan waktu 38 detik untuk meluncurkan ke 12 roket tersebut. Untuk keperluan operasional peluncuran/penembakan roket BM-30 Smerch hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk persiapan peluncuran dan 2 menit untuk displacement, semua tugas ini hanya dilakukan oleh 3 orang personel.

Download Video:
~ 3Gp : 1.229 Kb
~ Wmv : 5.942 Kb

Baca Selengkapnya..

Kamis, 13 September 2007

Invincible-class, Menunggu di Kalahkan Waktu

Invincible-class merupakan kapal induk atau aircraft carrier milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang mulai bertugas sejak tahun 1980. Kapal induk kelas Invincible ini mempunyai tiga anggota keluarga yaitu ; HMS Invincible (R05), HMS Illustrious (R06), dan HMS Ark Royal (R07) dari 3 serangkai keluarga Invincible yang masih bertahan dan di gunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris adalah HMS Illustrious (R06), dan HMS Ark Royal (R07) sedangkan untuk HMS Invincible (R05) yang mulai diproduksi sejak 20 Juli 1973 dan selesai 8 Mei 1977, sudah pensiun dan masuk gudang sejak 3 Agustus 2005 yang lalu. Sedangkan untuk saudaranya yang lain seperti HMS Illustrious (R06) yang mulai di produksi 7 Oktober 1976 dan selesai 1 Desember 1981, sejak pertama kali bertugas pada 20 Juni 1982 masih bertugas hingga kini. Demikian halnya dengan HMS Ark Royal (R07) kapal induk termuda di kelasnya ini mulai di produksi sejak 14 Desember 1978, selesai 2 Juni 1981, dan bertugas di Royal Navy mulai 1 November 1985.

Dengan dukungan 4 buah turbin gas jenis Rolls-Royce Olympus dan 8 buah generator diesel jenis Paxman Valenta, Invincible yang mempunyai berat total 20.700 ton dan panjang 209 m serta lebar 36 m ini, mampu melaju hingga kecepatan 28 knot dengan jarak tempuh 13.000 km. Seperti halnya aircraft carrier yang lain kapal induk ini juga mempu membawa sekitar 20 lebih pesawat termasuk di dalamnya, 16 pesawat Harrier dan Sea Harrier serta 6 helicopter Sea King plus lebih dari 1.500 kru/penumpang. Untuk urusan persenjataan Invincible-class, terbilang irit dengan hanya menggunakan 2 buah meriam anti pesawat kaliber 20 mm dan 3 buah close-in weapons systems dari jenis Phalanx CIWS untuk HMS Ark Royal (R07) sedangkan 2 saudaranya yang lain HMS Invincible (R05), dan HMS Illustrious (R06), menggunakan CIWS dari jenis Goalkeeper.

Download Video:
~ 3Gp : 2.005 Kb
~ Wmv : 5.493 Kb

Baca Selengkapnya..

Rabu, 12 September 2007

Eurocopter Tiger, Si Macan Eropa

Eurocopter Tiger atau Tigre merupakan helikopter serbu produk dari Eurocopter Group yang merupakan perusahaan gabungan dari Aérospatiale divisi helikopter asal Perancis dan DaimlerChrysler Aerospace AG (DASA) yang berasal dari Jerman, 2 perusahaan ini mulai bergabung sejak tahun 1992. Eurocopter Tiger yang mempunyai kode produksi EC 665, mulai masuk dalam tahap desain sejak tahun 1984 ketika angkatan bersenjata dua negara (Jerman dan Perancis) mempunyai masalah yang sama mengenai kebutuhan tentang helikopter tempur multifungsi. Namun program ini sempat dihentikan pada tahun 1986 karena persoalan biaya yang tinggi, di lanjutkan kembali pada tahun 1987. Akhirnya pada tahun 1989 Eurocopter memperoleh kontrak untuk memproduksi 5 unit purwarupa, dan pada tahun 1991 purwarupa dari helikopter ini terbang untuk pertama kalinya.

Eurocopter Tiger, mempunyai beberapa varian diantaranya adalah : Tiger HAP yang dibandrol dengan harga US$35-39 juta, UH Tiger seharga 36 US$38-43 juta, Tiger ARH seharga US$ 36 juta dan yang termahal adalah Tiger HAD seharga US$ 44-48 juta. Helikopter yang di awaki 2 personel dengan konfigurasi tempat duduk tandem ini, sudah digunakan di 5 negara dengan perincian sebagai berikut : Perancis mengoperasikan 80 unit, Jerman 80 unit, Spanyol 24 unit dan Australia 22 unit, sedangkan Saudi Arabia direncanakan akan membeli sekitar 12 unit.

Helikopter yang mampu terbang dengan kecepatan maksimum 280 km/jam ini, mempunyai berbagai macam jenis persenjataan mulai dari senapan mesin, roket hingga peluru kendali. Persenjataan untuk senapan mesin terdiri dari : 1× 30 mm (1.18 in) GIAT 30 cannon dengan turret untuk versi HAP, HAD,dan ARH sedang untuk type UHT senapan mesin yang digunakan adalah 1× 12.7 mm (0.50 in) atau 20 mm (0.787 in). Kemudian bagian roket, Tiger tipe UHT dan HAD menggendong roket jenis SNEB 19× 70 mm (2.76 in). untuk Tiger tipe ARH roket Hydra 19× 70 mm, kemudian heli tipe HAP roket SNEB 22× 68 mm (2.68 in) , dan roket SNEB 7× 70 mm khusus untuk tiger jenis HAD.

Sebagai Helikopter serbu modern, peluru kendali juga menjadi perbekalan standar bagi Eurocopter Tiger, dan beda varian beda pula peluru kendali yang di gendong. Tiger dari varian UHT dibekali dengan peluru kendali jenis PARS 3 LR dan atau HOT3 sebanyak 8 buah, ditambah lagi 4 buah rudal dari udara ke udara jenis AIM-92 Stinger. Sedangkan tiger dengan varian HAD mempunyai rudal Rafael Spike-ER sebanyak 8 buah, 8 buah peluru kendali anti-tank AGM-114 Hellfire dan untuk rudal dari udara ke udara menggunakan Mistral sebanyak 4 buah. Kemudian untuk "macan" dari varian ARH selain menggendong 8 buah peluru kendali anti-tank AGM-114 Hellfire juga dilengkapi dengan AIM-92 Stinger sebanyak 4 buah. Dan yang terakhir adalah varian helikopter tiger HAP yang merupakan varian terendah jika dibanding dengan varian tiger yang lain hanya di bekali 4 buah peluru kendali dari udara ke udara Mistral.

Download Video:
~ 3Gp : 3.618 Kb
~ Wmv : 7.809 Kb

Baca Selengkapnya..

Selasa, 11 September 2007

DURO, Truk Taktis dari Negeri Swiss

DURO merupakan keluarga truk taktis multifungsi, yang pada awalnya di desain dan dikembangkan oleh perusahaan Bucher-Guyer AG yang berasal dari Niederweningen, Switzerland. Pada perkembangan selanjutnya proses produksi dari truk ini dilanjutkan oleh perusahaan MOWAG atau Mowag Motorwagenfabrik AG juga berasal dari negara yang sama, Sehingga nama dari truk ini pun ikut berubah menjadi Mowag DURO. DURO sendiri merupakan singkatan dari DUrable (tahan lama) dan RObust (kuat), DURO mulai di desain dan di produksi sejak tahun 1994, sebagai konsumen pertama dari DURO adalah Angkatan Bersenjata Swiss yang memesan sebanyak 3.000 unit. Saat ini sudah lebih dari 4.000 unit DURO dari berbagai varian telah di gunakan di berbagai negara, antara lain : Jermany, Venezuela, Inggris, dan Malaysia.

Ada beberapa varian dari DURO yang sampai saat ini masih banyak di pakai di kalangan militer di banyak negara, varian tersebut adalah : DURO II, DURO III dan DURO IIIP. Jika DURO II dan DURO III lebih digunakan sebagai alat pengangkut logistik dan pasukan serta ambulan, yang hanya pada bagian tertentu (terutama kabin) yang menggunakan pelindung baja, maka pada DURO IIIP pelindung baja tidak hanya terbatas pada kabin pengemudi saja tapi hampir seluruh badan dari truk ini terbungkus oleh baja solid yang mampu menahan serbuan senapan mesin ringan dan ranjau anti tank.

Spesifikasi kendaraan yang mempunyai suspensi 4X4 dan 6X6 (tergantung varian) ini adalah; berat 4.800 Kg, panjang 5.5 m, lebar 3.53 m, dan tinggi 2.65 m. Kecepatan maksimal adalah 100 km/jam dengan jarak tempuh 650 Km, sedangkan kapasitas tangki mampu di isi hingga 180 liter.

Download Video:
~ Wmv : 2.053 Kb (DURO II)
~ Wmv : 2.711 Kb (DURO III)

Baca Selengkapnya..

Senin, 10 September 2007

K1A1, Monster Negeri Ginseng

K1A1 merupakan tank tempur utama generasi ke-2 buatan negeri ginseng, awalnya, proses desain dari tank ini dikerjakan oleh perusahaan Amerika Serikat yaitu General Dynamics, namun selanjutnya untuk proses produksi, langsung dikerjakan oleh pabrik asal korea selatan sendiri yaitu Hyundai Precision. Produk awal yang di perkenalkan kepada Angkatan Darat Republik Korea (ROKA) adalah tank K1 pada tahun 1987 dan setelah melalui beberapa penyempurnaan dari desain awal K1, Hyundai Precision kemudian meluncurkan tank hasil modifikasi dengan nama K1A1.

Tidak seperti tank K1 pendahulunya yang hanya menggotong meriam kaliber 105 mm sebagai senjata utamanya, K1A1 mempunyai meriam yang lebih besar dari jenis M256 120 mm, yang di produksi hasil lisensi dari meriam L44 120 mm smoothbore gun buatan pabrik German Rheinmetall asal Amerika Serikat. Modifikasi lain yang dapat kita jumpai adalah penggunaan sistem kontrol tembakan yang menggunakan piranti buatan Samsung Thales yaitu; thermal image KGPS (Korean Gunner's Primary Sight) dan juga KCPS (Korean Commander's Panoramic Sight) serta tidak ketinggalan dipasang pula komputer balistik 32-bit yang lebih baru.

Tank dengan berat 54.5 ton ini, selain di bekali meriam M256 120 mm sebagai senjata utamanya, masih di tambah lagi dengan senapan mesin penangkis serang udara M60D kaliber 12.7 mm dan senapan mesin koaksial M60E2 kaliber 7.62 mm. "Si Monster" (julukan yang di berikan kepada tank K1A1) yang mempunyai kru berjumlah 4 personel ini mampu melaju dengan kecepatan 65 km/jam dengan jarak tempuh operasional mencapai 500 km.

Download Video:
~ 3Gp : 1.101 Kb
~ Wmv : 5.070 Kb

Baca Selengkapnya..

Jumat, 07 September 2007

Oto Melara 76 mm, Yang Laris Dari Itali

Meriam Oto Melara 76 mm terhitung sebagai meriam yang banyak di gunakan sebagai meriam utama di berbagai jenis pada kapal perang, meriam yang di produksi oleh perusahaan Otobreda Italia ini walaupun mempunyai kaliber yang tidak begitu besar namun bisa diandalkan, sehingga banyak dipercaya oleh produsen kapal perang di dunia untuk di pasang di atas kapal perang produksi mereka, mulai dari jenis kapal patroli, korvet hingga fregat. Meriam Oto Melara 76 mm ini mampu menembak dengan kecepatan tinggi (rapid fire) sehingga cocok untuk digunakan sebagai meriam penangkis serangan udara, baik berupa peluru kendali maupun pesawat terbang dan helikopter. Dengan kaliber sebesar 76 mm, juga mampu digunakan sebagai meriam anti kapal permukaan, amunisi yang di pakai meriam ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah jenis amunisi armour piercing, incendiary, directed fragmentation dan lain-lain, sedang untuk jarak tembak tergantung pada sudut tembakan dan material amunisi yang di gunakan, namun secara umum jarak tembak bisa mencapai antara 5.000 meter hingga 20.000 meter.

Otobreda sebagai pabrikan Oto Melara 76 mm, juga mengeluarkan produk Meriam 76 mm dengan kubah anti radar sejak beberapa tahun yang lalu, untuk saat ini salah satu kapal yang sudah menggunakan kubah stealth dari Otobreda adalah kapal perang dari jenis fregat kelas Fridtjof Nansen milik Angkatan Laut Norwegia. Sedang untuk penggunaan Meriam Oto Melara 76 mm dengan kubah standar TNI AL tercatat sebagai salah satu penggunanya, meriam ini dapat kita jumpai pada korvet SIGMA yang baru saja datang ke Indonesia, Namun Indonesia bukan yang pertama untuk kawasan Asia Tenggara sebelumnya sudah ada Malaysia dan Thailand yang telah menggunakannya terlebih dahulu. Tidak dapat di sangkal lagi, Meriam Oto Melara 76 mm merupakan meriam yang banyak di minati oleh angkatan laut dunia, lebih kurang 53 Angkatan Laut telah menggunakan meriam jenis ini.

Sekedar informasi, sejak september 2006 lalu Iran telah mengumumkan produksi masal meriam yang di beri nama Fajr 27, yang tak lain dan tak bukan merupakan hasil reverse-engineered meriam Oto Melara 76 mm ini, yang jadi pertanyaan iseng adalah... kapan giliran indonesia bikin reverse-engineered meriam ini ?? :).

Download Video:
~ 3Gp : 1.891 Kb
~ Wmv : 8.856 Kb

Baca Selengkapnya..

Kamis, 06 September 2007

Jika NBO 105 Menjadi Pemangsa Tank

Apabila kita membicarakan helikopter tempur, pastinya tidak akan jauh-jauh dari jenis heli semacam: AH-1 Cobra, AH-64 Apache, atau Agusta A129 Mangusta dan lain-lain, yang mungkin bagi Angkatan Bersenjata Indonesia saat ini masih merupakan barang mewah yang entah kapan bisa di beli. Walau begitu kita masih bisa sedikit lega karena saat ini Angkatan Bersenjata Indonesia sudah bisa unjuk gigi dengan helikopter serbu Mil Mi-35 buatan Rusia, tapi seperti kita ketahui bersama jumlah heli Mil Mi-35 yang ada saat ini masih belum cukup untuk memenuhi standar ideal bagi suatu angkatan bersenjata sebuah negara seluas Indonesia.

Salah satu alternatif untuk memenuhi pengadaan helikopter tempur bagi Angkatan Bersenjata Indonesia adalah dengan memberdayakan helikopter produksi PT DI yaitu helikopter NBO 105 yang di modifikasi menjadi helikopter tempur seperti versi Bo 105P yang bisa di gunakan sebagai Helikopter tempur dengan kemampuan anti tank dengan menggendong rudal HOT ATGMs (Anti Tank Guided Missiles), helikopter model ini sudah di gunakan di negara asalnya Jerman sana dan bahkan sempat dilangsir dua versi yaitu Bo 105P PAH-1 dan Bo 105P PAH-1A1, walaupun saat ini tugas dari heli Bo 105P sudah mulai di ganti oleh heli tempur yang lebih baru yaitu Eurocopter Tiger.

NBO 105 sendiri adalah helikopter ringan , serbaguna , bermesin ganda , yang dibuat oleh PT DI dengan lisensi dari Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) yang sekarang menjadi bagian dari Eurocopter. Eurocopter hanya memproduksi Bo 105 sampai tahun 1997. Jalur produksi Bo 105 kemudian diganti untuk produksi EC 135. Sedang untuk PT DI produksi NBO 105 masih berlanjut sampai sekarang, namun rata-rata produksi helikopter jenis NBO 105 ini di peruntukan bagi sipil dan POLRI. Ada juga versi militer yang di gunakan oleh TNI Angkatan Darat namun dengan kemampuan terbatas, hanya untuk serang darat dengan di cantoli roket FFAR yang juga buatan dari PT DI.

Download Video:
~ 3Gp : 2.825 Kb
~ Wmv : 9.208 Kb

Baca Selengkapnya..

Rabu, 05 September 2007

M270 Multiple Launch Rocket System

M270 Multiple Launch Rocket System (M20 MLRS) merupakan perenjataan artileri dari jenis peluncur roket multi laras, peluncur roket jenis ini di kembangkan oleh 4 negara yaitu Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan Perancis. Kemundian untuk proses produksinya di tunjuk 2 perusahaan yaitu Lockheed Martin, dan Diehl BGT Defence. Proses desain dari roket ini dimulai sejak tahun 1977 dan masuk tahap produksi tahun 1980 hingga 2003. Peluncur roket ini mulai di gunakan pertama kali-nya pada tahun 1991 untuk mendukung invasi negara koalisi terhadap Iraq pada saat Operasi Badai Gurun I.

Sejak diterima pertama kali oleh Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1982 hingga pengiriman terakhir tahun 2003 untuk Angkatan Darat Mesir, jumlah populasi dari M20 MLRS sudah mencapai 1.300 unit termasuk juga di dalam paketnya 700.000 buah roket, yang tersebar di 16 negara (sebagian besar diantaranya adalah anggota NATO). Keistimewaan dari M20 MLRS adalah, Selain berfungsi sebagai peluncurkan roket, M20 MLRS juga mampu meluncurkan peluru kendali dari jenis MGM-140 ATACMS.

Dari 12 roket yang ada pada tabungnya, M20 MLRS dapat meluncurkan secara simultan dalam waktu 60 detik kedua belas roket tersebut!. Dan jika di operasikan untuk meluncurkan peluru kendali, waktu yang di butuhkan adalah 20 detik untuk 2 buah peluru kendali. Berdasarkan dari variannya, jarak jangkau dari roket ini berkisar antara 23 km hingga 100 km, umumnya roket-roket ini berfungsi untuk menghancurkan sasaran berupa sasaran statis di area musuh. khusus untuk jenis AT2 yang gunakan oleh Angkatan Darat Jerman mampu di gunakan untuk menghancurkan ranjau anti tank dengan menggunakan roket dari jenis SCATMIN yang mampu menjangkau jarak 38 km.

Download Video:
~ 3Gp : 1.534 Kb
~ Wmv : 6.961 Kb

Baca Selengkapnya..

Senin, 03 September 2007

Admiral Kuznetsov, Sisa-sisa Kejayaan AL Rusia

Jika dibanding dengan armada laut Amerika Serikat, AL Rusia sangat ketinggalan jauh dalam hal pengoperasian kapal induk, Setidaknya angkatan laut Amerika Serikat mengoperasikan 11 unit kapal induk. Sedangkan angkatan laut Rusia dari 8 buah kapal induk yang pernah mereka punya, saat ini hanya tersisa satu kapal induk yaitu Admiral Kuznetsov, disamping karena kebijakan Rusia dalam hal militer yang tidak se-ekspansif rivalnya Amerika Serikat, terutama sejak usainya perang dingin serta ditambah lagi dengan faktor krisis ekonomi yang ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah Rusia dalam hal pengoperasian kapal induk yang dirasa terlalu mahal saat itu.

Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov demikian nama resmi dari kapal induk Admiral Kuznetsov. Rusia atau Uni Soviet hanya memproduksi dua kapal induk dari kelas ini yaitu Admiral Kuznetsov dan satunya lagi adalah Varyag yang tidak sempat dioperasikan oleh AL Soviet, tetapi langsung dijual oleh Ukraina ke RRC ketika Uni Soviet bubar. Kedua kapal induk tersebut di bangun di galangan kapal Nikolayev South Shipyard yang terletak Nikolayev, yang saat ini menjadi bagian dari negara Ukraina. Mulai di bangun pada tahun 1983 atau mundur satu tahun karena upacara peresmian pembangunan pada tahun 1982, dan selesai secara keseluruhan pada tahun 1985. Mulai bertugas secara penuh di AL Soviet pada tahun 1995. Yang unik dari kapal induk ini adalah penggunaan nama yang sempat berganti hingga 4 kali dari mulai Riga pada awalnya, November 1982 berubah menjadi Leonid Brezhnev, kemudian ketika Agustus 1987 di ganti menjadi Tbilisi, dan yang terakhir padaOktober 4, 1990 menjadi Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov.

Sebagai kapal induk Admiral Kuznetsov mampu membawa sekitar 12 buah Su-33, 5 buah Su-25 UTG/UBP, 4 buah hlikopter Kamov Ka-27LD32, 18 buah Kamov Ka-27PLO, dan 2 buah Kamov Ka-27S. Kapal yang mampu berlayar selama 45 hari nonstop dengan jarak tempuh 7.100 km ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 32 knots.

Download video:
~ 3Gp : 2.308 Kb
~ Wmv : 5.237 kb

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 01 September 2007

Shchuka-B, Penunggu Laut Rusia

Pada awalnya saya pikir antara Akula II dan Typhoon adalah kapal selam yang sama, ini di karenakan sepertinya pihak NATO pada saat memberikan nama pada kedua kapal selam ini terbolak balik :) . Supaya untuk lebih mudahnya mungkin lebih baik kita menggunakan kode proyek dari pihak Rusia : untuk kapal selam yang termasuk dalam proyek 941, pihak Rusia memberi nama Akula sedangkan NATO memberinya nama Typhoon, Kemudian untuk proyek 971 pihak Rusia memberi nama Shchuka-B atau juga Bars Class dan pihak NATO memberi nama Akula. Oke, sampai di sini saya harap sudah tidak ada kebingungan lagi baik bagi saya atau mungkin juga anda :p.

Shchuka-B yang berarti tombak dalam bahasa Rusia merupakan kapal selam yang masuk dalam kategori kapal selam serang nuklir atau nuclear-powered attack submarine (SSN), kapal selam dari keluarga Shchuka ini mulai bertugas di AL Rusia sejak tahun 1986, sedangkan untuk type terbaru dari keluarga Shchuka yaitu Shchuka-B atau Akula II mulai dibangun sejak tahun 1991.


Semua kapal selam dari jenis ini dipersenjatai dengan empat tabung torpedo ukuran 533 mm yang bisa di gunakan untuk meluncurkan torpedo Tipe 53 atau rudal anti kapal permukaan SS-N-15 Starfish dan masih ditambah lagi 4 buah tabung torpedo ukuran 650 mm yang bisa digunakan untuk meluncurkan torpedo Tipe 65 dan juga rudal anti kapal permukaan dari jenis SS-N-16 yang bisa menghancurkan sasaran dari jarak 120 km. Kecepatan yang dapat di tempuh oleh kapal selam dari jenis Shchuka-B ini adalah 20 knots saat dipermukaan dan 35 knots saat menyelam, kelebihan lain dari kapal selam yang mempunyai panjang antara 108 meter hingga 111.7 meter (tergantung dari versi) ini adalah kesunyiannya di banding dengan kapal selam lain dari kelas yang sama, kesunyiannya inilah yang paling di takuti oleh para pemburu kapal selam dari pihak NATO.

Download Video:
~ 3Gp : 831 Kb
~ Wmv : 3.916 Kb

Baca Selengkapnya..

Web Pages referring to this page
Link to this page and get a link back!