Rabu, 19 Desember 2007

Combat Cat, Kucing Tempur Yang Tidak Takut Air

Sebenarnya Combat Cat masuk dalam kategori boat atau perahu motor, tapi berhubung kategori teresebut tidak ada maka saya masukkan dalam kategori kapal permukaan. Combat Cat adalah perahu cepat dengan lambung Catamaran, speed boat ini diproduksi oleh perusahaan pembuat kapal asal banyuwangi yaitu North Sea Boat. Combat Cat awalnya di desain untuk melaksanakan misi-misi patroli air dan misi-misi SAR, pada proses produksi berikutnya Combat Cat juga di gunakan oleh TNI-AL khsusunya KOARMATIM yang berpangkalan di Dermaga Ujung Surabaya.

Combat Cat atau di sebut juga X-38 Combat Catamaran, mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dengan menggunakan 2 buah mesin bertenega 250 hp yang di pasang di bagian luar belakang kapal. Sebagai perahu cepat militer Combat Cat juga bisa dilengkapi dengan senapan mesin dari jenis M240 kaliber 7.62 atau M 60 kaliber 7.62 bisa juga di ganti dengan peluncur granat kaliber 40 mm, dan jika ingin lebih garang lagi pada bagian buritan kapal bisa di pasangi dengan peluru kendali semacam Hellfires sebanyak 4 hingga 8 buah atau bisa juga di pasangi pelontar ranjau. Perahu cepat ini selain di awaki oleh 4 orang kru juga mampu untuk mengangkut 8 hingga 20 orang (tergantung tipe) dengan persenjataan lengkap

Download Video :
~ Swf : 7.377 Kb

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 15 Desember 2007

Fennek, Si Lincah Piranti Tukang Intip

Fennek merupakan kendaraan tempur yang masuk dalam kategori Light Armoured Reconnaissance Vehicle atau kendaraan intai lapis baja ringan. Kendaraan ini di produksi oleh Krauss-Maffei Wegmann yang berasal dari negara Jerman dan bekerja sama dengan Dutch Defence Vehicle Systems, hingga saat ini penguna dari Fennek hanya dua institusi yaitu Angkatan Darat Jerman dan Angkatan Darat Kerajaan Belanda. Purwarupa dari kendaraan ini muncul pertama kali pada tahun 2000 tepatnya pada bulan April, dan tahapan tes kelayakan di selesaikan pada Desember 2001.

Setelah sukses dengan berbagai uji coba dilanjutkan dengan produksi masal, Angkatan Darat Kerajaan Belanda memesan 410 unit sekaligus 202 unit untuk kendaraan intai, 130 unit di fungsikan sebagai Kendaraan anti tank sedang (MRAT Medium Range Antitank) dan 10 unit untuk Fire Support Team serta 4 unit untuk di jadikan kendaraan versi artillery observer. Sedang untuk Angkatan Darat Jerman mendapat jatah 216 unit, 178 untuk kendaran intai, 24 untuk combat engineer, 10 untuk Joint Fire Support Teams dan 4 unit lagi untuk versi artillery observer.

Kendaraan yang mempunyai berat 9.7 ton, tinggi 1.79 m serta panjang 5.71 m dan lebar 2.49 menggunakan mesin diesel dari jenis Deutz dengan tenaga 239 hp (179kw). Fennek yang mempunyai kru sebanyak 3 personel mempunyai kemamapuan jelajah operasional hingga 860 km dengan kecepat maksimum 115 km/jam.

Download Video :
~ 3Gp : 2.491 Kb
~ Wmv : 6.072 Kb

Baca Selengkapnya..

Jumat, 07 Desember 2007

Type 212A, Yang Baru Dari Jerman

Jika ada kapal selam dengan mesin diesel yang bisa bertahan lama di bawah air selama 2 minggu non-stop, mungkin hanya kapal selam dari kelas Type 212A ini saja yang bisa melakukannya. Type 212A merupakan kapal selam terbaru yang dimiliki oleh Angkatan Laut Jerman menggunakan diesel sebagai penggerak di gabungkan dengan sistem air-independent propulsion (AIP) menjadikan kapal selam dari kelas ini dapat melaju di bawah air dengan sunyi minim suara dan mampu bertahan lama di bawah air selama 2 minggu beruturut-turut tanpa perlu kepermukaan air untuk mengambil oksigen. Saat ini, di dunia hanya 2 jenis kapal selam yang menggunakan 2 teknologi propulsi seperti ini yaitu Type 212A ini dan satu lagi kapal selam Rusia Lada class dari project 677.

Type 212A merupakan penyempurnaan dari desain awal kapal selam Type 212 belum sempat di produksi, dipesan oleh pemerintah Jerman pada tahun 1998 kepada German Submarine Consortium yang kemudian menyerahkan proses produksi kapal selam ini kepada HDW dan Thyssen Nordseewerke GmbH (TNSW). Dari 4 unit yang di pesan, semuanya telah rampung pembuatannya pada tahun 2005 hingga 2007. Selain 4 unit yang di produksi di Jerman, Galangan kapal Fincantieri juga memproduksi 2 unit kapal selam type 212A ini untuk di gunakan oleh Angkatan Laut Italia. Untuk persenjataan kapal selam ini dilengkapi dengan 6 buah tabung torpedo ukuran 533 mm berikut 12 torpedo serta peluru kendali jenis IDAS, dapat juga di tambahkan 24 buah ranjau laut eksternal. Untuk pertahanan diri, Type 212A menggunakan 4 buah peluncur Tau sebagai system pertahanan anti torpedo di tambah lagi dengan 40 buah jammers/decoys.

Download Video:
~ 3Gp : 4.347 Kb
~ Wmv : 9.134 Kb

Baca Selengkapnya..

Selasa, 04 Desember 2007

SLAMRAAM, Di Udara Oke di Darat pun Oke

SLAMRAAM (Surfaced-Launched Advanced Medium Range Air-to-Air Missile) seperti yang dapat kita lihat dari namanya, merupakan jenis peluru kendali dari udara ke udara yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu di luncurkan dari darat. Peluru kendali jenis SLAMRAAM ini di proyeksikan untuk mengganti peluru kendali jenis Stinger yang telah lama di gunakan oleh Angkatan Darat Amerika. SLAMRAAM pertama kali dimunculkan oleh pabrik Raytheon yang memenangkan tender pengadaan rudal jenis baru tersebut pada tahun 2004, pengguna dari rudal ini adalah Angkatan Darat Amerika dan Korps Marinir Amerika Serikat.

Sebagai platform, rudal jenis SLAMRAAM menggunakan kendaraan jenis Army High Mobility Multi-Wheeled Vehicle (HMMWV) atau yang lebih dikenal dengan Humvee. Umumnya Rudal yang dipasang pada system SLAMRAAM ini adalah rudal dari jenis AIM-120C-7 AMRAAM yang mempunyai jangkauan efektif hingga 40 Km, biasanya pada setiap kendaraan dapat di pasang 4 hingga 6 buah. Kehandalan rudal ini masih di tambah lagi dengan penggunaan radar jenis AN/MPQ-64 Sentinel Enhanced Target Range and Classification (ETRAC) produksi Raytheon yang mampu mengendus sasaran hingga jarak 75 Km.

Download Video :
~ 3Gp : 1.205 Kb
~ Wmv : 6.004 Kb

Baca Selengkapnya..

Web Pages referring to this page
Link to this page and get a link back!