Tampilkan postingan dengan label Meriam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meriam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2008

Goalkeeper, Penjaga Gawang Kapal Perang

Goalkeeper CIWS, bisa dimasukkan pada kategori meriam penangkis serangan udara jarak dekat, yang sering dipasang pada kapal perang namun bisa juga di pasang sebagai pelindung pangkalan militer di darat. Meriam Goalkeeper mempunyai susunan yang terdiri dari meriam otomatis dan sebuah radar canggih yang mampu mendeteksi setiap ancaman dari udara atau permukaan, baik itu peluru kendali maupun peluru balistik. System persenjataan ini mulai di produksi tahun 1975 oleh Signaal (yang sekarang berubah menjadi Thales Nederland) bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat yaitu General Electric yang menyuplai meriam GAU-8, sekedar informasi meriam GAU-8 ini sama jenisnya dengan yang digunakan oleh pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II.

Sejak pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Belanda pada tahun 1976, hingga kini Goalkeeper sudah di produksi lebih dari 50 unit, selain digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Belanda Goalkeeper juga di gunakan oleh angkatan laut dari negara-negara lain seperti : Inggris, Chili, Korea Selatan, Portugal dan Belgia. Sebagai meriam penangkis serangan udara, Goalkeeper mampu menangkis peluru kendali dari berbagai jenis termasuk peluru kendali yang mempunyai kecepatan 2 Mach atau 2 kali kecepatan suara seperti peluru kendali buatan Rusia SS-N-22 Sunburn, oleh Goalkeeper sasaran yang mempunyai kecepata hingga 2 Mach mampu di kunci mulai dari jarak 1.500 m hingga jarak minimum penghancuran yaitu 300 m dengan hanya membutuhkan waktu selama 5,5 detik !.

Download Video:
~ 3Gp : 1.244 Kb
~ Wmv : 6.579 Kb

Baca Selengkapnya..

Selasa, 06 November 2007

KASHTAN-M, Jika Meriam Dan Rudal Bersatu

Kashtan-M merupakan senjata pertahanan udara yang bisa di masukkan ke dalam keluarga Close-in weapon system (CIWS) yang menggabungkan antara meriam dan peluru kendali kedalam satu sistem persenjataan. Umumnya Kashtan-M ditempatkan di kapal perang, seperti yang ada di kapal induk Admiral Kuznetsov atau kapal fregat dari kelas Neustrashimy. Kashtan-M yang di produksi oleh pabrik KBP Instrument Design Bureau ditujukkan sebagai senjata untuk menangkis rudal anti kapal, rudal anti-radar dan juga tidak ketinggalan tentunya pesawat terbang atau helikopter bahkan bisa juga digunakan untuk menghancurkan sasaran berupa kapal permukaan ukuran kecil seperti kapal cepat serta juga mampu di gunakan untuk menghancurkan target yang ada di pantai.

Kashtan-M dilengkapi dengan meriam dari jenis GSh-30k (AO-18K) 6 tabung dengan kaliber 30 mm yang mempunyai jarak tembak 500 hingga 4.000 meter dengan ketinggian 3.000 meter, dalam setiap sistem Kashtan-M biasanya terpasang 2 atau lebih meriam yang mempunyai rate of fire 10.000 hingga 12.000 putaran per menit ini. Sedangkan untuk peluru kendali Kashtan-M menggunakan 2 buah peluncur peluru kendali jenis SA-N-11 dengan masing-masing peluncur mempunyai 4 buah tabung siap luncur dengan jarak tembak 1.500 - 10.000 meter dengan ketinggian 6.000 meter, serta untuk cadangan ada 24 peluru kendali dalam kontainer siap pasang yang membutuhkan waktu 90 detik untuk setiap pemasangan dalam 4 buah tabung peluncur secara bersamaan. Untuk mengendus sasaran Kashtan-M menggunakan sistem radar atau optronic control, yang mampu mendeteksi lebih dari 6 target secara simultan dengan ketinggian 5 meter hingga 4.000 meter.

Download Video:
~ 3Gp : 1.794 Kb
~ Wmv : 8.600 Kb

Baca Selengkapnya..

Jumat, 07 September 2007

Oto Melara 76 mm, Yang Laris Dari Itali

Meriam Oto Melara 76 mm terhitung sebagai meriam yang banyak di gunakan sebagai meriam utama di berbagai jenis pada kapal perang, meriam yang di produksi oleh perusahaan Otobreda Italia ini walaupun mempunyai kaliber yang tidak begitu besar namun bisa diandalkan, sehingga banyak dipercaya oleh produsen kapal perang di dunia untuk di pasang di atas kapal perang produksi mereka, mulai dari jenis kapal patroli, korvet hingga fregat. Meriam Oto Melara 76 mm ini mampu menembak dengan kecepatan tinggi (rapid fire) sehingga cocok untuk digunakan sebagai meriam penangkis serangan udara, baik berupa peluru kendali maupun pesawat terbang dan helikopter. Dengan kaliber sebesar 76 mm, juga mampu digunakan sebagai meriam anti kapal permukaan, amunisi yang di pakai meriam ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah jenis amunisi armour piercing, incendiary, directed fragmentation dan lain-lain, sedang untuk jarak tembak tergantung pada sudut tembakan dan material amunisi yang di gunakan, namun secara umum jarak tembak bisa mencapai antara 5.000 meter hingga 20.000 meter.

Otobreda sebagai pabrikan Oto Melara 76 mm, juga mengeluarkan produk Meriam 76 mm dengan kubah anti radar sejak beberapa tahun yang lalu, untuk saat ini salah satu kapal yang sudah menggunakan kubah stealth dari Otobreda adalah kapal perang dari jenis fregat kelas Fridtjof Nansen milik Angkatan Laut Norwegia. Sedang untuk penggunaan Meriam Oto Melara 76 mm dengan kubah standar TNI AL tercatat sebagai salah satu penggunanya, meriam ini dapat kita jumpai pada korvet SIGMA yang baru saja datang ke Indonesia, Namun Indonesia bukan yang pertama untuk kawasan Asia Tenggara sebelumnya sudah ada Malaysia dan Thailand yang telah menggunakannya terlebih dahulu. Tidak dapat di sangkal lagi, Meriam Oto Melara 76 mm merupakan meriam yang banyak di minati oleh angkatan laut dunia, lebih kurang 53 Angkatan Laut telah menggunakan meriam jenis ini.

Sekedar informasi, sejak september 2006 lalu Iran telah mengumumkan produksi masal meriam yang di beri nama Fajr 27, yang tak lain dan tak bukan merupakan hasil reverse-engineered meriam Oto Melara 76 mm ini, yang jadi pertanyaan iseng adalah... kapan giliran indonesia bikin reverse-engineered meriam ini ?? :).

Download Video:
~ 3Gp : 1.891 Kb
~ Wmv : 8.856 Kb

Baca Selengkapnya..

Rabu, 29 Agustus 2007

Bofors 57mm Mk110, Teman penjaga pantai

Bofors 57mm Mk110, adalah meriam yang masuk dalam jenis Close-in Gun System (CIGS). Dan meriam ini merupakan pengembangan dari meriam pendahulunya yaitu mk3, jika Mk110 di produksi oleh United Defense Inc., maka Mk3 diproduksi oleh Bofors Defence of Sweden yang merupakan anak perusahaan dari United Defense Inc. Meriam dengan kaliber 57 mm ini, saat ini banyak di pasang pada kapal-kapal yang berjenis Littoral Combat Ship (LCS) alias kapal yang bertugas menjaga pantai serta kapal-kapal yang masuk dalam kategori DD(X) next-generation destroyer yang saat ini sedang di kembangkan oleh pabrik Raytheon.

Mk110 di desain sebagai meriam yang dapat beroperasi secara otomatis dan mempunyai kemampuan memuntahkan amunisi dari jenis Bofors Mk295 Mod O 3P ammunition secara cepat (rapid fire), meriam ini juga telah di program dengan rapid-switchover ammunition untuk operasi pencegatan di laut, sehingga dalam penggunaannya nanti akan terdiri dari beberapa tahap tembakan mulai dari tembakan peringatan, kemudian di susul dengan tembakan nonexplosive dan yang terakhir (jika sasaran masih bandel) tembakan yang mematikan.

Download video:
~ 3Gp : 630 kb
~ wmv : 2.785 kb

Baca Selengkapnya..

Jumat, 27 Juli 2007

Phalanx CIWS, meriam pemburu misil

Phalanx CIWS (Close-in weapon system, dilafalkan see-wiz) adalah meriam anti-peluru kendali , di desain dan pada awalnya dikerjakan oleh General Dynamics Corporation, Pomona Division. Namun untuk saat ini Phalanx dibuat oleh pabrik Raytheon. Meriam ini umumnya di gunakan oleh Angkatan Laut Amerika yang ditempatkan pada hampir seluruh kapal perang permukaan yang masih bertugas di United States Navy dan juga tidak ketinggalan tentunya sekutu Amerika yang lain (tidak kurang dari 20 negara) .

Meriam Phalanx menggunakan basis M61 Vulcan kaliber 20 mm Gatling-type rotary cannon yang di hubungkan langsung dengan radar yang berfungsi sebagai alat pendeteksi dan bidik sasaran, kehebatan lain dari meriam ini adalah kemampuannya memuntahkan amunisi sebanyak 4.500-7.000 putaran per menit yang melebihi meriam hidrolis biasa yang hanya mampu melakukan putaran sebanyak 3.000 putaran per menit. Kemudian untuk perputaran meriam ini menggunakan turet lengkap dengan fire control system yang mampu secara otomatis mencari, mendeteksi, menjejak, dan mengunci serta memberi konfirmasi sasaran untuk di tembak dengan sistem radar yang dikontrol oleh komputer.

Download Video:
~ 3gp : 455 Kb
~ Wmv : 3.234 Kb

Baca Selengkapnya..

Web Pages referring to this page
Link to this page and get a link back!
free counters